BRMP Sulbar dan Tim Pusluh Dorong KT.Massidi Jadi Percontohan Hilirisasi Pertanian di SulBar
MAMUJU-Dalam rangka penguatan kelembagaan ekonomi petani dan mendukung program hilirisasi pertanian Kementerian Pertanian, Balai Besar Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama Tim Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Penyuluh Pertanian CWS Provinsi Sulawesi Barat, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalukku, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan kelembagaan ekonomi petani pada Kelompok Tani Massidi di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan usaha kelompok tani sekaligus memberikan pembinaan dalam penguatan kelembagaan ekonomi petani agar mampu berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing. Kelompok Tani Massidi merupakan salah satu kelompok tani yang telah mengembangkan usaha pembibitan cabai berbasis smart farming. Melalui penerapan teknologi pertanian modern, kelompok tidak hanya memproduksi bibit cabai berkualitas, tetapi juga mengembangkan budidaya cabai merah yang menjadi sumber bahan baku utama bagi kegiatan pengolahan hasil pertanian.
Sebagai bagian dari program hilirisasi pertanian, Kelompok Tani Massidi telah berhasil mengembangkan usaha pengolahan hasil panen cabai menjadi berbagai produk bernilai tambah. Produk yang dihasilkan meliputi saus cabai, sambal teri, sambal bawang, sambal terasi, sambal hijau, dan sambal tomat. Seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari hasil budidaya anggota kelompok sehingga menciptakan rantai usaha yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.(MN) Dalam mendukung pengembangan usaha tersebut, kelompok memperoleh bantuan dari Bank Indonesia (BI) berupa bangunan rumah produksi beserta peralatan pengolahan dan pengemasan produk. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Selain didukung sarana dan prasarana yang memadai, produk olahan Kelompok Tani Massidi juga telah memiliki Izin Industri Rumah Tangga (IRT) dan sertifikat halal. Legalitas tersebut menjadi nilai tambah yang membuka peluang lebih besar bagi produk kelompok untuk memasuki pasar yang lebih luas. Hasil monitoring dan pembinaan menunjukkan bahwa Kelompok Tani Massidi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu model pengembangan kelembagaan ekonomi petani berbasis hilirisasi di Sulawesi Barat. Ketersediaan bahan baku dari anggota kelompok, penerapan smart farming dalam pembibitan dan budidaya, dukungan rumah produksi dan peralatan pengolahan, serta legalitas produk yang telah lengkap menjadi kekuatan utama dalam pengembangan usaha kelompok.
Tim pembina menilai bahwa sebagian besar aspek pendukung usaha telah tersedia dan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, penguatan yang perlu terus dilakukan ke depan adalah pada aspek pemasaran dan perluasan akses pasar. Saat ini pemasaran produk masih dilakukan melalui kegiatan pameran, promosi terbatas, dan etalase produk, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang lebih luas melalui pengembangan kemitraan usaha, branding produk, pemasaran digital, serta perluasan jaringan distribusi. Direktur Wilayah BRMP Sulawesi Barat menyampaikan bahwa potensi yang dimiliki Kelompok Tani Massidi menunjukkan besarnya peluang Sulawesi Barat dalam mendukung program hilirisasi pertanian nasional.
Menurutnya, kelompok telah memiliki fondasi usaha yang kuat mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan hasil hingga legalitas produk. “Kelompok Tani Massidi memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Fasilitas produksi telah tersedia, bahan baku berasal dari anggota kelompok sendiri, produk sudah memiliki legalitas, dan dukungan kelembagaan juga cukup baik. Ke depan, yang perlu terus didampingi adalah penguatan pemasaran agar produk-produk unggulan yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring dan pembinaan ini, BRMP Sulawesi Barat bersama Tim Pusat Penyuluhan Pertanian berkomitmen untuk terus mendampingi pengembangan kelembagaan ekonomi petani sehingga mampu menjadi motor penggerak hilirisasi pertanian, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Barat.(MN)